Imam Syafii dan Imam Ghazali: Saat Jenggot Panjang, Otak jadi Berkurang
Cari Berita

Advertisement

Imam Syafii dan Imam Ghazali: Saat Jenggot Panjang, Otak jadi Berkurang

Redaksi
Minggu, 24 Februari 2019



IMAM SYAFI'I DAN HUJJATUL ISLAM IMAM GHAZALI SOAL JENGGOT.

كلّما طالت اللحية، تكوسج العقل
“Saat jenggot panjang, otak jadi pendek.”

Kitab diwan Imam al-Syafii “al-Wafi bi al-Wafayat” (tepatnya di jilid kedua halaman ke-123): kitab-biografi 29 jilid, ditulis lebih dari enam ratus tahun lalu oleh ulama-penulis Sunni bernama Shalahuddin al-Shafadi.

Sekitar 250 tahun sebelum al-Shafadi, Imam al-Ghazali sudah menukil kutipan serupa di kitab “Ihya Ulumiddin” di bagian bab “Asrar al-Thaharah”. Tepat di atas pasal “al-Lihyah” (Jenggot).

كلما طالت اللحية تشمر العقل 
ا طالت اللحية تشمر العقل
“Saat jenggot panjang, otak jadi berkurang.”


إحياء علوم الدين - (ج 1 / ص 143)

وقال النخعي عجبت لرجل عاقل طويل اللحية كيف لا يأخذ من لحيته ويجعلها بين لحيتين فإن التوسط في كل شيء حسن ولذلك قيل كلما طالت اللحية تشمر العقل

Kata-kata yang dikutip Imam al-Ghazali tersebut bermakna sama dengan kata-kata Imam Syafii. Hanya berbeda di satu kata saja.تكوسج dan تشمر. Beda kata, maksudnya sama.

Dalam “Ihya”, Imam al-Ghazali mengingatkan kita, ada sepuluh hal yang dibenci dalam berjenggot. Di antara sepuluh itu, dua hal sangat dibenci dan sebaiknya dihindari bagi kaum berjenggot.

Pertama; 
Berjenggot karena ingin pamer. Imam al-Ghazali menukil kutipan, “Ada dua syirik yang bisa tumbuh dalam jenggot: merawatnya karena ingin pamer dan membiarkannya awut-awutan karena ingin dianggap zuhud.”

Kedua;
Saat jenggot bikin Anda sombong. Saat Anda, misal, merasa jenggot menaikkan tingkat keislaman Anda, lalu memandang rendah keislaman orang lain karena tak berjenggot. Anda merasa sangat islami karena berjenggot, orang lain dianggap tak islami karena tak berjenggot.

(Perihal kesombongan, tentu saja ia tak hanya jadi godaan orang berjenggot. Orang tak berjenggot juga bisa terjangkiti kesombongan, semisal memandang orang-orang berjenggot dengan tatapan negatif. Sombong memang keburukan yang bisa menempel di apa dan siapa saja).

Yang jelas, kata-kata Imam al-Syafii atau kutipan yang dinukil Imam al-Ghazali di atas bukan ungkapan negatif untuk memojokkan kaum berjenggot.
Konon, Imam al-Syafii sendiri memiliki jenggot yang bagus dan terawat. Masa, orang berjenggot mengucapkan kata-kata negatif perihal kejenggotannya? Kan nganu.


المزني يقول : ما رأيت وجها أحسن من وجه الشافعي ، ولا رأيت لحية أحسن من لحيته ، وكان ربما قبض عليها فلا تفضل عن قبضته
(تاريخ دمشق لابن عساكر)
Imam Al-Muzani, salah satu murid Imam Syafi’i mengatakan, “Saya belum pernah melihat wajah sebagus wajah Imam Syafi’i. Belum pernah pula kulihat jenggot seindah jenggotnya. Kadang-kadang beliau menggenggam jenggotnya dan tidak melebihi dari genggamannya.”

(Tarikh Dimasyq, Ibnu Asakir 51/28)